Selasa, 08 November 2016

Kritik Cerpen "Dandelion Merah" Karya Cynthia Cahyani

Disusun oleh: Juliana Indah P

         Cerpen karya Cynthia Cahyani yang berjudul “Dandelion Merah” menurut pendapat saya secara keseluruhan sudah bagus. Cerpen ini mampu membawa saya ke dalam cerita sehingga saya merasa berada tepat ditengah cerita dan memiliki emosi yang sama dengan para pemainnya. Alur yang digunakan maju. Dan juga penyampaian amanat oleh penulis dapat saya tangkap.
Dalam cerpen ini sangat menonjol sikap egois dari Alisha. terlihat bagaimana ia ingin memiliki Jason dengan cara apapun. Dalam keadaan ini tokoh Alisha sangat ditonjolkan karena menurut pendapat saya penulis ingin para pembaca menangkap maksud penulis yaitu kita tidak boleh melakukan perbuatan seperti yang dilakukan oleh Alisha.
         Saya terkesan dengan kaidah kebahasaan yang dipaparkan penulis dalam cerita ini, sehingga membuat saya merasa tertarik untuk membaca ceritanya sampai habis. Juga pemilihan judul yang diluar dugaan. Pemilihan tema yang tidak pernah saya pikirkan untuk saya tuangkan didalam cerita juga menambah sisi positif dari cerpen ini. Namun cerpen ini tak luput juga dari beberapa kekurangan yang akan saya jabarkan di bawah ini.
Cerpen ini diceritakan kehidupan seorang gadis yang telah dikhianati oleh temannya, yang bernama Alisha. Alisha merupakan seseorang yang bisa dikatakan egois dan main hakim sendiri. Orang-orang yang menghalangi tujuannya akan ia masukkan ke dalam bui bagaimana pun caranya, dengan dandelion merah sebagai symbol targetnya. Seperti Stela yang ia jebak melalui tuduhan penculikan. Meski Stela telah mengatakan hal yang sebenarnya polisi tetap saja tidak percaya.
Kelebihan dari cerpen ini adalah mengajarkan kita untuk memilih teman untuk kita percayai. Juga kebudayaan di Indonesia yaitu perilaku jujur yang masih diterapkan di era modern ini harus kita lestarikan. Serta kita juga bisa menemukan nilai - nilai dalam cerpen yang dapat kita contoh dalam kehidupan sehari-hari.
Selain kelebihan, cerpen ini saya anggap masih ada hal yang menurut saya penulis belum menjabarkan secara detail di beberapa bagian dalam cerpen. Seperti pada kutipan:
Tiba-tiba saja telepon terputus, aku mencoba menghubungi Jason kembali namun tidak terhubung. Alisha memasuki mobil dengan timing yang pas, ketika hendak menyalakan mobil, sesuatu mengganjal dikakiku, ternyata seutas tali. Darimana asalnya? Dan mengapa mobilku tidak mau menyala.
        Berdasarkan kutipan diatas, ada beberapa pertanyaan yang muncul dibenak saya. Apakah cerpen ini mengandung unsur horror? Ataukah ada unsur trik sulap yang Alisha ciptakan didalam mobil itu? Dan juga mengapa tiba - tiba mobil Stela mendadak mogok yang padahal sebelumnya mobil Stela nampak tidak ada masalah dibagian sebelumnya. Berikut adalah kutipan yang menurut saya masih ada yang mengganjal:
Aku memanggil ibu penjaga perpustakaan dan berharap semua informasi akan terkuak.
"tadi pagi hanya ada aku dan Hanako bukan yang pergi ke perpustakaan?”
"tidak, hanya kau saja”.
         Bagaimana bisa ibu penjaga perpustakaan berkata bahwa tadi pagi hanya ada Stela saja? Di bagian sebelumnya Stela memang melihat ada nama Hanako di buku tamu. Apakah penulis sengaja memasukkan kejanggalan ini agar membuat pembaca bingung? Atau ini cuma akal bulus Alisha untuk memasukkan Stela ke dalam jebakannya? Sayangnya, saya merasa bagian ini masih kurang.
Kejanggalan lain yang menurut saya dapat mengajukan beberapa pertanyaan. Mengapa polisi tidak menerima alasan dari Stela dan malah mempercayai omongan Alisha begitu saja? Bukankah seharusnya polisi menerima kedua alasan dari kedua belah pihak lalu ditelaah dengan bukti yang ada? Lalu, apakah yang Alisha lakukan sehingga Alex percaya bahwa Stela akan menculik Alisha, yang sebelumnya Alex memiliki hubungan yang baik dengan Stela yaitu dalam kutipan:
Sepotong kalimat terlontar dari mulutku. Ia menghela nafasnya dengan berat, kemudian mendekapku dalam bahunya yang bidang.
“it’s okay, aku akan menemanimu sampai kau pulih dengan perasaanmu”
   Dari keseluruhan isi cerpen saya menyetujui pendapat penulis dalam kutipan:
Bibirnya nampak menyunggingkan senyum yang mengerikan. Aku hanya berargumen, bahwa orang dengan hati yang suci akan dilindungi Tuhannya dan Tuhan akan berpihak pada orang yang beriman.
Kutipan diatas secara tidak langsung menyarankan agar kita tetap berpikiran positif dan mempercayai bahwa Tuhan akan berpihak pada orang yang beriman. Dan meyakini bahwa kebohongan akan dikalahkan oleh kebenaran yang pasti.
Saran yang dapat saya ajukan kepada penulis yaitu, sebaiknya penulis lebih menceritakan lebih detail agar pembaca mengerti apa maksud yang disampaikan penulis dan tidak salah dalam mengambil kesimpulan dari cerpen tersebut.



Kritik Cerpen “Iringan Piano Berdarah” Karya Rafida Salma

Disusun oleh: Safirah Hairulnisah


            Cerpen berjudul “Iringan Piano Berdarah” karya Rafida Salma menceritakan kehidupan sebuah keluarga yang awalnya tentram dan harmonis mengalami terror dari sesosok hantu anak kecil. Singkat cerita terror itu bermula dari terjadinya insiden dimana sebuah truk menabrak anak kecil hingga terpental dan akhirnya tewas. Pada saat itu keluarga tersebut tidak berada di rumah. Kemudian roh anak kecil itu bergentayangan dan meneror salah satu keluarga yang tinggal di sekitar tempat terjadinya insiden. Kanzia, tokoh utama dalam cerpen tersebut, adalah orang yang pertama kali menyadari kehadiran sosok hantu anak kecil yang diketahui bernama Nabila. Nabila kerap kali memunculkan diri seraya memainkan piano dirumah itu dan mengobrak-abrik rumah serta melukai Kanzia. Kanzia pun bercerita pada Ibunya bahwa dirumah mereka terdapat sesosok hantu. Namun, sang Ibu tidak mempercayai perkataan anaknya. Ternyata jasad Nabila masih berada di halaman rumah keluarga Kanzia dan Nabila menganggap bahwa manusia itu jahat. Sebab ia mati secara tragis disebabkan manusia. Setelah jasad Nabila dikuburkan, ia malah ingin membawa Kanzia dan Ibunya dalam maut. Namun niat Nabila berubah dengan membunuh supir truk yang menabraknya. Nabila pun mengucapkan terimakasih pada Kanzia dan Ibunya.
            Dalam cerpen ini, pengarang menggambarkan watak tokoh Kanzia yang cukup berani dan tegar ketika mengalami teror hantu selama satu minggu. Kemudian tokoh Ibu digambarkan sebagai seseorang yang tidak begitu percaya hantu. Namun pada akhirnya Ibu percaya setelah melihatnya dengan mata kepala sendiri.
            Cerpen ini juga menggambarkan bagaimana manusia tidak bertanggung jawab atas perbuatannya. Digambarkan dengan tabrak lari. Supir truk lari begitu saja setelah menabrak seorang anak kecil hingga tewas. Memang, jika dipikir sangat jarang manusia yang bersedia menjebloskan diri ke lubang hitam sehingga lari dari kenyataanlah yang dipilih. Tapi, sesungguhnya hal ini salah.
            Kelebihan dari cerpen ini adalah bahasanya yang mudah dimengerti oleh pembaca. Penggunaan makna konotasi tidak banyak. Jadi pengarang menceritakan tiap kejadian dengan gambling. Kita juga bisa menemukan nilai-nilai yang dapat dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari.
            Disamping kelebihannya, ada beberapa hal yang saya anggap kurang masuk akal dan hal ini pula yang menjadi kekurangan cerpen ini. Pengarang kurang menceritakan dengan jelas beberapa peristiwa. Seperti pada kutipan berikut ini.
            “Malam itu, tepat saat bulan purnama muncul. Terlihat sebuah truk besar melaju amat kencang ke arah seorang anak kecil yang tengah berada di jalan mawar. Tanpa menunggu waktu lama, hanya dengan hitungan detik truk besar itu telah merelakan nyawa seorang anak kecil terbang melayang dengan amat sia-sia. Kejadian itu di akhiri dengan hujan yang sangat deras”
            Berdasarkan kutipan diatas, muncul beberapa pertanyaan yang mengacu pada anak kecil dalam cerita. Mengapa anak kecil itu bisa berada di jalan mawar pada malam hari? Apakah anak kecil itu berada disana sendirian? Apakah di jalan mawar itu tidak ada satu orang pun sehingga tidak ada yang mengetahui kecelakaan itu? Agak disayangkan karena penulis tidak menceritakannya dengan cukup detail. Pembaca pun merasa agak janggal dengan ceritanya.
            Selain itu kejanggalan juga terdapat pada saat hantu anak kecil berkata bahwa jasadnya masih ada disekitar rumah. Jasadnya ditemukan di halaman rumah Kanzia dengan keadaan berlumuran darah juga sudah dihinggapi rayap dan belatung. Jasad tersebut baru diketemukan seminggu setelah kecelakaan. Yang menjadi tidak masuk akal yaitu jasad yang baru bisa ditemukan setelah satu minggu berlalu. Seharusnya, jika jasad berada di halaman rumah, sangat mudah untuk menemukannya. Toh jasad itu pasti akan mengeluarkan bau busuk yang sangat menyengat.