Cerpen karya Cynthia Cahyani yang berjudul “Dandelion Merah” menurut pendapat saya secara keseluruhan sudah bagus. Cerpen ini mampu membawa saya ke dalam cerita sehingga saya merasa berada tepat ditengah cerita dan memiliki emosi yang sama dengan para pemainnya. Alur yang digunakan maju. Dan juga penyampaian amanat oleh penulis dapat saya tangkap.
Dalam cerpen ini sangat menonjol sikap egois dari Alisha. terlihat bagaimana ia ingin memiliki Jason dengan cara apapun. Dalam keadaan ini tokoh Alisha sangat ditonjolkan karena menurut pendapat saya penulis ingin para pembaca menangkap maksud penulis yaitu kita tidak boleh melakukan perbuatan seperti yang dilakukan oleh Alisha.
Saya terkesan dengan kaidah kebahasaan yang dipaparkan penulis dalam cerita ini, sehingga membuat saya merasa tertarik untuk membaca ceritanya sampai habis. Juga pemilihan judul yang diluar dugaan. Pemilihan tema yang tidak pernah saya pikirkan untuk saya tuangkan didalam cerita juga menambah sisi positif dari cerpen ini. Namun cerpen ini tak luput juga dari beberapa kekurangan yang akan saya jabarkan di bawah ini.
Saya terkesan dengan kaidah kebahasaan yang dipaparkan penulis dalam cerita ini, sehingga membuat saya merasa tertarik untuk membaca ceritanya sampai habis. Juga pemilihan judul yang diluar dugaan. Pemilihan tema yang tidak pernah saya pikirkan untuk saya tuangkan didalam cerita juga menambah sisi positif dari cerpen ini. Namun cerpen ini tak luput juga dari beberapa kekurangan yang akan saya jabarkan di bawah ini.
Cerpen ini diceritakan kehidupan seorang gadis yang telah dikhianati oleh temannya, yang bernama Alisha. Alisha merupakan seseorang yang bisa dikatakan egois dan main hakim sendiri. Orang-orang yang menghalangi tujuannya akan ia masukkan ke dalam bui bagaimana pun caranya, dengan dandelion merah sebagai symbol targetnya. Seperti Stela yang ia jebak melalui tuduhan penculikan. Meski Stela telah mengatakan hal yang sebenarnya polisi tetap saja tidak percaya.
Kelebihan dari cerpen ini adalah mengajarkan kita untuk memilih teman untuk kita percayai. Juga kebudayaan di Indonesia yaitu perilaku jujur yang masih diterapkan di era modern ini harus kita lestarikan. Serta kita juga bisa menemukan nilai - nilai dalam cerpen yang dapat kita contoh dalam kehidupan sehari-hari.
Selain kelebihan, cerpen ini saya anggap masih ada hal yang menurut saya penulis belum menjabarkan secara detail di beberapa bagian dalam cerpen. Seperti pada kutipan:
Tiba-tiba saja telepon terputus, aku mencoba menghubungi Jason kembali namun tidak terhubung. Alisha memasuki mobil dengan timing yang pas, ketika hendak menyalakan mobil, sesuatu mengganjal dikakiku, ternyata seutas tali. Darimana asalnya? Dan mengapa mobilku tidak mau menyala.
Berdasarkan kutipan diatas, ada beberapa pertanyaan yang muncul dibenak saya. Apakah cerpen ini mengandung unsur horror? Ataukah ada unsur trik sulap yang Alisha ciptakan didalam mobil itu? Dan juga mengapa tiba - tiba mobil Stela mendadak mogok yang padahal sebelumnya mobil Stela nampak tidak ada masalah dibagian sebelumnya. Berikut adalah kutipan yang menurut saya masih ada yang mengganjal:
Aku memanggil ibu penjaga perpustakaan dan berharap semua informasi akan terkuak.
"tadi pagi hanya ada aku dan Hanako bukan yang pergi ke perpustakaan?”
"tidak, hanya kau saja”.
"tidak, hanya kau saja”.
Bagaimana bisa ibu penjaga perpustakaan berkata bahwa tadi pagi hanya ada Stela saja? Di bagian sebelumnya Stela memang melihat ada nama Hanako di buku tamu. Apakah penulis sengaja memasukkan kejanggalan ini agar membuat pembaca bingung? Atau ini cuma akal bulus Alisha untuk memasukkan Stela ke dalam jebakannya? Sayangnya, saya merasa bagian ini masih kurang.
Kejanggalan lain yang menurut saya dapat mengajukan beberapa pertanyaan. Mengapa polisi tidak menerima alasan dari Stela dan malah mempercayai omongan Alisha begitu saja? Bukankah seharusnya polisi menerima kedua alasan dari kedua belah pihak lalu ditelaah dengan bukti yang ada? Lalu, apakah yang Alisha lakukan sehingga Alex percaya bahwa Stela akan menculik Alisha, yang sebelumnya Alex memiliki hubungan yang baik dengan Stela yaitu dalam kutipan:
Sepotong kalimat terlontar dari mulutku. Ia menghela nafasnya dengan berat, kemudian mendekapku dalam bahunya yang bidang.
“it’s okay, aku akan menemanimu sampai kau pulih dengan perasaanmu”
Dari keseluruhan isi cerpen saya menyetujui pendapat penulis dalam kutipan:
Bibirnya nampak menyunggingkan senyum yang mengerikan. Aku hanya berargumen, bahwa orang dengan hati yang suci akan dilindungi Tuhannya dan Tuhan akan berpihak pada orang yang beriman.
Kutipan diatas secara tidak langsung menyarankan agar kita tetap berpikiran positif dan mempercayai bahwa Tuhan akan berpihak pada orang yang beriman. Dan meyakini bahwa kebohongan akan dikalahkan oleh kebenaran yang pasti.
Saran yang dapat saya ajukan kepada penulis yaitu, sebaiknya penulis lebih menceritakan lebih detail agar pembaca mengerti apa maksud yang disampaikan penulis dan tidak salah dalam mengambil kesimpulan dari cerpen tersebut.